Warga Seumanah Jaya Soroti Kematian Gajah di Eks HGU PT Atakana Company
![]() |
| Foto kiriman warga. |
ACEH TIMUR | TIMUTODAY.COM — Masyarakat dan Pemerintah Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, menyoroti temuan seekor gajah yang ditemukan mati di kawasan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Atakana Company.
Sekdes Seumanah Jaya, Mahyudin, saat dihubungi Timutoday.com, mengatakan keberadaan gajah di kawasan tersebut sebenarnya telah lama menjadi perhatian masyarakat.
Menurutnya, masyarakat selama ini telah menyampaikan kepada pemerintah bahwa kawasan eks HGU tersebut merupakan salah satu habitat atau tempat yang sering menjadi lokasi keberadaan gajah.
“Itulah yang selama ini masyarakat kabarkan kepada pemerintah, bahwa HGU itu adalah sarang gajah,” kata Mahyudin.
Ia mengatakan, kematian gajah tersebut seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan dalam perlindungan satwa liar serta pengelolaan kawasan.
Mahyudin berharap persoalan kawasan eks HGU tersebut dapat segera mendapatkan penyelesaian yang berpihak kepada kepentingan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan habitat satwa liar.
Ia juga menyampaikan harapan agar lahan HGU yang menurut masyarakat sebelumnya merupakan lahan yang dikelola oleh masyarakat dapat dikembalikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat setempat.
“Kalau harapan kami selaku masyarakat, agar HGU yang dulu diduga pernah dirampas dari masyarakat agar dikembalikan kepada masyarakat. Karena dulu ketika nenek moyang kami bertani di situ, kami tidak pernah mendengar kakek moyang kami konflik dengan gajah,” ujarnya.
Menurut Mahyudin, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ruang hidup masyarakat dan habitat gajah perlu dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, keberadaan gajah di kawasan tersebut bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat.
Ia berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kawasan, termasuk mencari tahu penyebab kematian gajah dan memastikan langkah penanganan terhadap habitat satwa liar tersebut.
Masyarakat juga meminta agar hasil pemeriksaan terhadap kematian gajah disampaikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Sebelumnya, seekor gajah ditemukan mati di kawasan eks HGU PT Atakana Company. Penyebab kematian satwa dilindungi tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti dan masih menunggu pemeriksaan dari instansi yang berwenang.
Masyarakat berharap kejadian tersebut menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi pengelolaan kawasan eks HGU sekaligus memperkuat perlindungan terhadap habitat gajah di wilayah Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Posting Komentar