PT PEMA Butuh Pemimpin Kolaboratif yang Mampu Bersinergi dengan BUMD, Sosok Pang Age Dinilai Layak Memimpin
![]() |
| Pang Age saat bersama Gubernur Aceh Mualem. |
BANDA ACEH | TIMUTODAY.COM – Menjelang proses penentuan kepemimpinan PT Pembangunan Aceh (PEMA), berbagai pandangan mulai bermunculan mengenai sosok yang dinilai tepat memimpin perusahaan daerah strategis milik Pemerintah Aceh tersebut.
Sejumlah kalangan menilai PT PEMA membutuhkan figur yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga mampu membangun kolaborasi yang kuat dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kabupaten/kota di seluruh Aceh.
Menurut pandangan tersebut, PT PEMA harus menjadi penggerak sinergi ekonomi daerah dengan menghubungkan Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, dan BUMD dalam satu ekosistem pembangunan yang saling menguatkan. Perusahaan dinilai tidak lagi cukup berorientasi pada keuntungan semata, melainkan harus mampu menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Kolaborasi dinilai dapat dikembangkan di berbagai sektor strategis, mulai dari energi dan migas, pertambangan, perdagangan, jasa, pangan, perkebunan, infrastruktur, logistik, hingga pengelolaan aset daerah. Dalam skema tersebut, PT PEMA diharapkan berperan sebagai agregator dan mitra strategis, sementara BUMD kabupaten/kota menjadi pelaksana yang memahami potensi ekonomi di wilayah masing-masing.
Dengan pola kemitraan yang setara, profesional, transparan, dan saling menguntungkan, PT PEMA diharapkan mampu menjadi rumah besar kolaborasi BUMD se-Aceh dalam memperkuat perekonomian daerah.
Di antara sejumlah nama yang mencuat, Muntasir atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pang Age dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin PT PEMA. Saat ini ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Aceh Timur Energi dan Mineral (ATEM).
Pang Age dinilai memiliki pengalaman dalam mengelola perusahaan, membangun jejaring kerja sama, serta memahami karakteristik ekonomi Aceh. Pengalaman tersebut dianggap menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh dengan pemerintah kabupaten/kota melalui kolaborasi antarlembaga dan BUMD.
Pengamat menilai, keberhasilan PT PEMA ke depan tidak hanya diukur dari besarnya laba perusahaan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan multiplier effect bagi perekonomian Aceh, seperti membuka lapangan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat kapasitas BUMD daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi yang dimiliki Aceh.
Karena itu, kepemimpinan PT PEMA diharapkan berada di tangan sosok yang mampu mengintegrasikan kekuatan ekonomi daerah melalui sinergi dan kolaborasi, sehingga perusahaan benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Aceh secara berkelanjutan.

Posting Komentar