Jembatan Darurat Penghubung Desa di Indra Makmu Kembali Rusak Diduga Akibat Aksi Nekat Truk Pengangkut Batu Bata

 

Kondisi jembatan Desa Pelita dan Julok Rayeuk Utara, kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur kembali rusak akibat truk.

ACEH TIMUR | TIMUTODAY.COM — Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Pelita Sagop Jaya dengan kawasan Afdeling 3 Julok Rayeuk Utara dan Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, kembali mengalami kerusakan.

Kerusakan jembatan terjadi pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan akses masyarakat kembali terganggu.

Informasi yang dihimpun, kerusakan diduga terjadi setelah sebuah truk bermuatan batu bata melintasi jembatan darurat yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Truk tersebut disebut-sebut membawa material untuk kebutuhan pembangunan rumah pekerja di lingkungan perkebunan PTPN Julok Rayeuk Utara. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.

Jembatan tersebut selama ini menjadi salah satu akses masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bagi petani dan pelajar.

Dengan kembali rusaknya jembatan, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh. Kondisi ini membuat waktu tempuh masyarakat bertambah dan aktivitas warga menjadi terganggu.

Berulang Kali Rusak

Warga mengatakan kerusakan jembatan bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, jembatan tersebut disebut berulang kali mengalami kerusakan dan amblas, terutama saat terjadi banjir.

Selain faktor alam, masyarakat juga menyoroti penggunaan jembatan oleh kendaraan bermuatan berat.

Warga selama ini beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya melalui gotong royong. Perusahaan yang berada di sekitar kawasan tersebut juga disebut pernah memberikan bantuan dalam perbaikan akses tersebut.

Namun, kerusakan kembali terjadi sehingga masyarakat berharap ada penanganan yang lebih permanen.

Salah seorang tokoh masyarakat di wilayah Kemukiman Indra Makmu timur, Tursno, membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi TIMUTODAY.COM.

Menurut Tursno, kerusakan jembatan kembali berdampak terhadap mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan penanganan sehingga akses warga dapat kembali digunakan.

Warga Minta Pihak yang Bertanggung Jawab Bertindak

Masyarakat juga meminta pihak yang terbukti menyebabkan kerusakan jembatan ikut bertanggung jawab terhadap pemulihan akses tersebut.

Warga menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius karena jembatan merupakan akses penting yang digunakan masyarakat untuk menuju sejumlah wilayah permukiman, perkebunan, serta fasilitas pendidikan.

Selain perbaikan sementara, warga berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat membangun jembatan yang lebih kuat dan permanen.

Dengan demikian, masyarakat tidak harus kembali melakukan perbaikan secara swadaya setiap kali jembatan mengalami kerusakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait baik kontraktor terkait dugaan kendaraan pengangkut batu bata yang melintasi jembatan tersebut.

TIMUTODAY.COM masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk mendapatkan penjelasan mengenai penyebab kerusakan dan langkah penanganan yang akan dilakukan.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Jembatan Darurat Penghubung Desa di Indra Makmu Kembali Rusak Diduga Akibat Aksi Nekat Truk Pengangkut Batu Bata
  • Jembatan Darurat Penghubung Desa di Indra Makmu Kembali Rusak Diduga Akibat Aksi Nekat Truk Pengangkut Batu Bata
  • Jembatan Darurat Penghubung Desa di Indra Makmu Kembali Rusak Diduga Akibat Aksi Nekat Truk Pengangkut Batu Bata
  • Jembatan Darurat Penghubung Desa di Indra Makmu Kembali Rusak Diduga Akibat Aksi Nekat Truk Pengangkut Batu Bata
  • Jembatan Darurat Penghubung Desa di Indra Makmu Kembali Rusak Diduga Akibat Aksi Nekat Truk Pengangkut Batu Bata
  • Jembatan Darurat Penghubung Desa di Indra Makmu Kembali Rusak Diduga Akibat Aksi Nekat Truk Pengangkut Batu Bata

Posting Komentar