Faisal Rizal Hasan Minta Tak Ada Salah Persepsi Soal Bantuan Pertanian Rp2,5 T
![]() |
| Faisal Rizal Hasan Stafsus Gubernur Aceh, Dok. Screenshot vidio PUJA TV. |
BANDA ACEH | TIMUTODAY.COM – Staf Khusus Gubernur Aceh sekaligus Ketua Umum Aceh Foundation, Faisal Rizal Hasan, mengimbau masyarakat agar tidak terjadi salah persepsi terkait bantuan pemulihan sektor pertanian senilai sekitar Rp2,5 triliun dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kamis (06/08/2026).
Menurut Faisal, penjelasan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengenai dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi di Aceh perlu dipahami secara utuh, termasuk mekanisme penganggaran dan penyaluran bantuannya.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan resmi Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, total dukungan Kementerian Pertanian mencapai sekitar Rp2,5 triliun. Namun, dana tersebut tidak seluruhnya ditransfer ke kas Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten/kota.
Dari total anggaran itu, sekitar Rp515 miliar dialokasikan melalui satuan kerja provinsi dan kabupaten/kota dalam skema Tugas Pembantuan (TP) untuk program optimalisasi lahan serta rehabilitasi sawah seluas kurang lebih 40 ribu hektare. Sementara sekitar Rp2 triliun lainnya disalurkan melalui satuan kerja pusat dan balai di bawah Kementerian Pertanian dalam bentuk program dan bantuan, seperti alat mesin pertanian, benih padi, benih jagung, serta dukungan pemulihan sektor perkebunan.
Faisal menegaskan bahwa yang diterima pemerintah daerah pada sebagian besar program tersebut adalah manfaat berupa barang dan kegiatan, bukan transfer dana tunai. Karena itu, ia berharap masyarakat tidak keliru memahami informasi yang berkembang.
Sementara itu, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas komitmennya dalam membantu percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan yang terdampak bencana. Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga mengajak seluruh jajaran terkait agar memaksimalkan pemanfaatan program tersebut sehingga dapat mempercepat pemulihan lahan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani Aceh. (Rls)

Posting Komentar