Dibekali 60 Jam Pendidikan, Seratusan Calon Pengacara Publik Aceh Ikut Ujian Profesi Advokat

Calon Pengacara Publik YARA dan IKADIN Angkatan 2026.

BANDA ACEH | TIMUTODAY.COM — Usai mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) selama sekitar 60 jam yang berlangsung hampir 10 hari, seratusan calon Pengacara Publik dari berbagai kabupaten/kota se-Aceh kini mengikuti ujian profesi advokat.

Ujian tersebut dipusatkan di Asrama Haji Banda Aceh sebagai rangkaian akhir dari kegiatan Pendidikan Pengacara Publik yang digelar oleh Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), bekerja sama dengan Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) dan Fakultas Hukum Universitas Samudra (Unsam) Langsa.

Kegiatan pendidikan sebelumnya dibuka oleh Dr. H. Nasril Djamil, anggota DPR-RI, dan secara resmi ditutup oleh Safaruddin, S.H., M.H., Ketua YARA Aceh sekaligus Ketua DPD IKADIN Aceh.

Selain mendapatkan pembekalan teori dan praktik hukum, para calon Pengacara Publik juga mengikuti studi lapangan ke sejumlah kantor dan lembaga yang berkaitan dengan kekhususan dan keistimewaan Aceh yang ada di Provinsi Aceh.

Ketua YARA Aceh sekaligus Ketua IKADIN Aceh, Safaruddin, mengatakan peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan melanjutkan pendidikan lapangan melalui program magang selama dua tahun di wilayah masing-masing.

Ia berpesan agar para calon Pengacara Publik tidak hanya memahami aspek hukum secara teoritis, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat serta menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

“Seorang pengacara publik harus mampu memahami persoalan hukum sekaligus hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan keadilan,” ujar Safaruddin.

Sementara itu, salah seorang peserta asal Kabupaten Aceh Timur, Romi Syahputra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua YARA Aceh dan IKADIN beserta seluruh jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada generasi muda hukum dari berbagai daerah di Aceh untuk mengikuti pendidikan tersebut. Sabtu (29/08/2026).

Menurut Romi, pendidikan yang diberikan tidak hanya menambah pemahaman peserta terhadap ilmu hukum, tetapi juga menanamkan nilai keberpihakan kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua YARA Aceh dan IKADIN serta seluruh jajaran yang telah memberikan kesempatan bagi generasi hukum terbaik dari berbagai daerah di Provinsi Aceh untuk bergabung sebagai penegak hukum yang berpihak kepada rakyat,” kata Romi.

Ia juga mengapresiasi pelayanan panitia dan metode penyampaian materi selama proses pendidikan yang dinilainya cukup baik dan mudah dipahami.

“Pelayanan panitia juga cukup baik. Penyampaian materi dari para pemateri cukup mudah kami serap selama pembelajaran. Tentunya ilmu yang kami dapatkan nantinya akan kami gunakan dengan mengutamakan keberpihakan kepada masyarakat, sesuai dengan harapan Ketua YARA Aceh, Pak Safaruddin,” ujar Romi.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan calon Pengacara Publik yang tidak hanya memiliki kemampuan dan pengetahuan hukum, tetapi juga mempunyai integritas, kepedulian sosial, serta komitmen untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat di seluruh wilayah Aceh.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dibekali 60 Jam Pendidikan, Seratusan Calon Pengacara Publik Aceh Ikut Ujian Profesi Advokat
  • Dibekali 60 Jam Pendidikan, Seratusan Calon Pengacara Publik Aceh Ikut Ujian Profesi Advokat
  • Dibekali 60 Jam Pendidikan, Seratusan Calon Pengacara Publik Aceh Ikut Ujian Profesi Advokat
  • Dibekali 60 Jam Pendidikan, Seratusan Calon Pengacara Publik Aceh Ikut Ujian Profesi Advokat
  • Dibekali 60 Jam Pendidikan, Seratusan Calon Pengacara Publik Aceh Ikut Ujian Profesi Advokat
  • Dibekali 60 Jam Pendidikan, Seratusan Calon Pengacara Publik Aceh Ikut Ujian Profesi Advokat

Posting Komentar