Warga Lokop Aceh Timur Pertahankan Tradisi Gayo, Genap Mango dan Melengkan

"Genap Mango dan Melengkan, tradisi Adat Gayo di Lokop, Kecamatan Serba Jadi, kabupaten Aceh Timur.


ACEH TIMUR | TimuToday.com – Di tengah pesatnya perkembangan zaman, masyarakat Gampong Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, masih teguh mempertahankan tradisi adat Gayo "Genap Mango dan Melengkan" sebagai warisan budaya yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap adat istiadat leluhur.

Tradisi Genap Mango dilaksanakan pada malam sebelum pesta atau hajatan digelar. Pada malam tersebut, seluruh masyarakat berkumpul untuk bergotong royong membantu keluarga yang menggelar acara. Berbagai persiapan dilakukan bersama, mulai dari memasak, menata perlengkapan, hingga mempersiapkan seluruh kebutuhan pesta yang akan berlangsung keesokan harinya.

Keuchik Gampong Lokop, Eje Wien, ST, mengatakan Genap Mango merupakan tradisi yang mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan di kalangan masyarakat Gayo.

"Genap Mango adalah tradisi mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membantu persiapan pesta yang akan dilaksanakan keesokan harinya. Budaya ini mengajarkan kebersamaan, saling tolong-menolong, dan mempererat silaturahmi antarwarga," ujar Eje Wien.

Selain Genap Mango, masyarakat Lokop juga melestarikan tradisi Melengkan, yakni seni bertutur atau berbalas kata dalam bahasa Gayo yang menjadi bagian penting dari prosesi pesta adat. Melengkan dibawakan secara bergantian oleh Tuha Peut dan Pemangku Adat dengan menyampaikan petuah, doa, nasihat, serta pesan-pesan adat yang penuh makna.

Tradisi ini tidak hanya menjadi prosesi seremonial, tetapi juga berfungsi sebagai media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Setiap kalimat yang disampaikan dalam Melengkan mengandung filosofi tentang sopan santun, penghormatan kepada tamu, kebijaksanaan, persatuan, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Eje Wien, keberadaan Genap Mango dan Melengkan menjadi identitas masyarakat Gayo yang harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

"Adat adalah jati diri masyarakat Gayo. Kami berharap generasi muda terus mempelajari, mencintai, dan melestarikan tradisi ini sehingga tetap hidup dari generasi ke generasi," tuturnya.

Pelestarian Genap Mango dan Melengkan di Gampong Lokop menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap adat masih mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Tradisi tersebut tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga menjadi kekayaan budaya Aceh yang patut dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Warga Lokop Aceh Timur Pertahankan Tradisi Gayo, Genap Mango dan Melengkan
  • Warga Lokop Aceh Timur Pertahankan Tradisi Gayo, Genap Mango dan Melengkan
  • Warga Lokop Aceh Timur Pertahankan Tradisi Gayo, Genap Mango dan Melengkan
  • Warga Lokop Aceh Timur Pertahankan Tradisi Gayo, Genap Mango dan Melengkan
  • Warga Lokop Aceh Timur Pertahankan Tradisi Gayo, Genap Mango dan Melengkan
  • Warga Lokop Aceh Timur Pertahankan Tradisi Gayo, Genap Mango dan Melengkan

Posting Komentar