Tak Jadi Putus Sekolah, Anak Eks GAM di Aceh Timur Kembali Belajar Berkat Respons Cepat Stafsus Gubernur Aceh

Dok. SMA Negeri 1 Madat

ACEH TIMUR | TimuToday.com – Seorang siswa di Kabupaten Aceh Timur yang sempat terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi akhirnya dapat kembali melanjutkan pendidikannya setelah mendapat perhatian dan penanganan cepat dari Pemerintah Aceh.

Perhatian terhadap persoalan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Pembangunan, SDM, Sains dan Teknologi, Pendidikan, serta Kesetaraan Gender, Faisal Rizal Hasan. Menindaklanjuti informasi itu, Faisal langsung berkoordinasi dengan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Aceh Timur, Rahmatsah Putra, S.Pd., M.S.M.

Merespons laporan tersebut, Rahmatsah segera menginstruksikan Kepala SMA Negeri 1 Madat, Rinakhairani, S.Pd., untuk mendatangi kediaman siswa guna memastikan kondisi yang sebenarnya.

Siswa tersebut diketahui bernama Riski Ramadhan, anak mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang sebelumnya terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarganya yang sulit.

Dari hasil peninjauan, dipastikan Riski tetap dapat bersekolah di SMA Negeri 1 Madat. Pihak sekolah juga memfasilitasi berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari seragam sekolah, pakaian olahraga, batik, hingga perlengkapan belajar. Bahkan, seorang guru yang berdomisili di kawasan Pante Bidari bersedia membantu transportasi Riski agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara rutin.

Faisal Rizal Hasan mengatakan, langkah cepat tersebut merupakan implementasi arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, yang menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan di Aceh.

 "Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung berkoordinasi dengan Kacabdin Aceh Timur. Alhamdulillah, responsnya sangat cepat sehingga anak tersebut kini sudah bisa kembali bersekolah. Ini merupakan komitmen Pemerintah Aceh agar tidak ada anak Aceh yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi," ujar Faisal.

Faisal yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Aceh Foundation menegaskan, Pemerintah Aceh akan terus membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan anak-anak yang berpotensi putus sekolah agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Sementara itu, Rahmatsah Putra menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

 "Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan biaya. Pemerintah akan terus hadir dan memastikan mereka tetap mendapatkan akses pendidikan," katanya.

Langkah cepat Pemerintah Aceh tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai mencerminkan kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan anak-anak yang berisiko putus sekolah agar dapat segera ditindaklanjuti. (Rls)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Tak Jadi Putus Sekolah, Anak Eks GAM di Aceh Timur Kembali Belajar Berkat Respons Cepat Stafsus Gubernur Aceh
  • Tak Jadi Putus Sekolah, Anak Eks GAM di Aceh Timur Kembali Belajar Berkat Respons Cepat Stafsus Gubernur Aceh
  • Tak Jadi Putus Sekolah, Anak Eks GAM di Aceh Timur Kembali Belajar Berkat Respons Cepat Stafsus Gubernur Aceh
  • Tak Jadi Putus Sekolah, Anak Eks GAM di Aceh Timur Kembali Belajar Berkat Respons Cepat Stafsus Gubernur Aceh
  • Tak Jadi Putus Sekolah, Anak Eks GAM di Aceh Timur Kembali Belajar Berkat Respons Cepat Stafsus Gubernur Aceh
  • Tak Jadi Putus Sekolah, Anak Eks GAM di Aceh Timur Kembali Belajar Berkat Respons Cepat Stafsus Gubernur Aceh

Posting Komentar