Menjaga Warisan Alam, Petani Lebah Indra Makmu Terus Kembangkan Madu Kelulut
![]() |
| Masuk kelulut di Gampong Alue Ie Mirah sedang di panen. |
ACEH TIMUR | TIMUTODAY.COM – Budidaya madu kelulut atau yang dikenal dengan sebutan linot dalam bahasa Aceh hingga kini masih menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur. Jum'at (31/07/2026).
Di tengah berbagai tantangan, Khairul, seorang pemuda asal Gampong Alue Ie Mirah, memilih tetap bertahan mengembangkan usaha budidaya madu kelulut. Dengan memanfaatkan lingkungan yang masih alami, ia merawat puluhan koloni lebah kelulut yang menghasilkan madu berkualitas tinggi dan memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
Menurut Khairul, budidaya madu kelulut tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi nya, tetapi juga memiliki prospek yang cerah karena permintaan pasar terus meningkat. Selain madu, keberadaan lebah kelulut juga berperan penting dalam membantu proses penyerbukan berbagai tanaman sehingga memberikan manfaat bagi sektor pertanian.
"Budidaya madu kelulut memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Namun, hasilnya cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik," ujar Khairul.
Ia berharap semakin banyak generasi muda di Aceh Timur yang tertarik mengembangkan budidaya madu kelulut sebagai usaha produktif. Menurutnya, usaha ini tidak memerlukan lahan yang luas, ramah lingkungan, serta dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Dengan potensi alam yang masih terjaga, Kecamatan Indra Makmu dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu sentra penghasil madu kelulut di Aceh apabila mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta.
Baca Juga:

Posting Komentar