Menjadi Diri Sendiri, Kunci Bertahan di Industri Musik Aceh
![]() |
| Maimunzir Bang Gaes. |
ACEH | Timutoday.com – Musisi Aceh didorong untuk membangun identitas musik yang kuat agar mampu bertahan di tengah persaingan industri. Menurut musisi sekaligus mahasiswa Bahasa dan Sastra Aceh Universitas Bina Bangsa Getsampena (UBBG), Maimunzir, mengikuti tren atau meniru gaya musisi yang telah sukses hanya akan membuat karya sulit dikenali.
Ia mencontohkan, saat lagu Nyawoeng maupun karya-karya Rafly Kande mencapai puncak popularitas, banyak musisi mencoba mengadopsi aransemen dan gaya bermusik yang serupa. Namun, sebagian besar tidak mampu bertahan karena karya mereka dianggap hanya sebagai tiruan.
Sebaliknya, sejarah musik Aceh menunjukkan bahwa keberanian menghadirkan karakter sendiri justru melahirkan kesuksesan. Grup Apache, misalnya, tampil dengan konsep musik akustik sederhana yang berbeda dari tren saat itu dan berhasil menarik perhatian generasi muda. Hal serupa juga dilakukan Husni Al Muna yang konsisten mengusung musik religi dengan ciri khasnya hingga mendapat tempat di hati masyarakat.
Maimunzir menilai, inspirasi dari musisi senior merupakan bagian penting dalam proses belajar. Namun, keberhasilan sejati lahir dari keberanian menciptakan identitas musik yang orisinal.
"Musik Aceh akan terus berkembang apabila para musisinya berani membuka jalan baru, bukan sekadar mengikuti jejak pendahulu. Industri musik membutuhkan karya yang berkualitas sekaligus memiliki identitas yang kuat dan mudah dikenali," tulisnya.
PENULIS: Maimunzir, musisi dan mahasiswa Program Studi Bahasa & Sastra Aceh, Universitas Bina Bangsa Getsampena (UBBG).

Posting Komentar