FK-HRD Indonesia Gelar Seminar Transformasi SDM Berkelanjutan, Dorong Peran Strategis HR dalam Green Productivity
![]() |
| Ist. |
BEKASI | TimuToday.com – Forum Komunikasi dan Konsultasi HRD Indonesia (FK-HRD Indonesia) sukses menggelar seminar bertajuk "Transforming Workforce for Sustainability: Peran HR dalam Green Productivity melalui Pendekatan Creative Thinking" di Grande Valore Hotel & Serviced Apartment, Jababeka, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para praktisi Human Resources (HR), akademisi, dan pelaku industri untuk memperkuat peran strategis HR dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis dan berorientasi pada keberlanjutan.
Ketua Umum FK-HRD Indonesia, Budiyanto, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas SDM yang berdaya saing, produktif, serta mampu mendukung pembangunan berkelanjutan melalui konsep green productivity.
Sementara itu, Ketua Panitia, Tabitha Anna Wulandari, mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, donatur, dan berbagai pihak yang telah mendukung sehingga seminar dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.
Pada sesi materi, Dialah Hutabalian, ACTC, PCC, CPS, CGPS, selaku Learning Facilitator & Knowledge Management Lead Specialist PT ANTAM (Persero) Tbk, memaparkan materi bertajuk "Unlocking Potential: Bagaimana Coaching Meningkatkan Produktivitas Organisasi."
Ia menegaskan bahwa Indonesia sedang memasuki momentum bonus demografi yang hanya terjadi sekali.
> "Puncak bonus demografi diperkirakan berlangsung sekitar tahun 2040. Jika tidak mampu dikonversi menjadi produktivitas, maka bonus tersebut justru dapat berubah menjadi beban demografi," ujar Dialah yang juga merupakan Alumni Leadership Program Making Indonesia 4.0 Lemhannas RI.
Dalam paparannya, Dialah menjelaskan lima agenda utama, yakni pentingnya fokus pada kinerja manusia, pemahaman tentang coaching, penerapan coaching dalam organisasi, faktor-faktor yang memengaruhi kinerja di tempat kerja, serta pemanfaatan jasa pelatih profesional.
Seminar juga menghadirkan Leonard Tiopan Panjaitan, M.T., CSRA, CGPS, CPS, yang membawakan materi mengenai integrasi Gain Sharing dalam Total Factor Productivity (TFP) guna membangun budaya kerja hijau di lingkungan perusahaan.
Leonard menjelaskan bahwa studi kasus yang dipaparkan merupakan ilustrasi berbasis data aktual dan bukan implementasi nyata di PT Unilever Indonesia Tbk, melainkan sebagai contoh teknis perhitungan Gain Sharing dan TFP.
> "Kunci sukses model TFP dan Gain Sharing bukan karena rumus matematikanya yang canggih, tetapi karena mampu membangun kepercayaan. Karyawan dapat melihat secara langsung hubungan antara kerja keras mereka dengan nilai penghargaan yang diterima," jelas Leonard.
Berdasarkan pantauan di lokasi, seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Keberhasilan acara juga didukung kerja keras seluruh panitia, termasuk Ketua Seksi Acara Dyah Wahyuni, S.E., M.M.
Sebagai penutup, panitia membagikan berbagai doorprize kepada peserta yang beruntung, menambah semarak kegiatan yang mengusung semangat transformasi SDM menuju masa depan yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan. (Megy)

Posting Komentar