Enang-Enang Jadi Pelajaran Berharga, Modal Sosial Dinilai Kekuatan Terbesar Aceh dan Indonesia

Ist. Net


TIMUTODAY.COM | TAKENGON – Kisah Jembatan Enang-Enang di dataran tinggi Gayo kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, bukan hanya karena keberhasilan pembangunan akses yang digerakkan masyarakat, tetapi juga karena dinilai menjadi contoh nyata kekuatan modal sosial dalam mendukung pembangunan.

Dalam sebuah tulisan opini berjudul "Enang-Enang, Syahrial, dan Modal Sosial: Pelajaran dari Gayo untuk Aceh dan Republik", Sosiolog Aceh Prof. Ahmad Humam Hamid menilai Enang-Enang merupakan laboratorium sosial yang membuktikan bahwa modernisasi ekonomi tidak selalu menghilangkan semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat.

Menurutnya, di tengah keberhasilan Gayo sebagai penghasil kopi Arabika yang terhubung dengan pasar global, masyarakat justru mampu mempertahankan rasa saling percaya dan kepedulian. Hal itu terlihat saat masyarakat bergerak secara swadaya membangun kembali akses Jembatan Enang-Enang yang rusak akibat bencana.

Gerakan tersebut dipimpin oleh tokoh masyarakat, Syahrial Abadi, yang dinilai mampu menggerakkan partisipasi warga melalui kepemimpinan yang lahir dari kepercayaan masyarakat, bukan semata-mata karena jabatan formal.

Prof. Ahmad Humam Hamid menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, panjang jalan, atau nilai investasi, tetapi juga dari tumbuhnya kepercayaan, solidaritas, dan kemampuan masyarakat untuk bertindak bersama ketika menghadapi krisis.

Ia menyebut modal sosial sebagai aset yang jauh lebih berharga dibandingkan sumber daya alam, karena mampu menjadi fondasi ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana, perubahan sosial, maupun tantangan ekonomi.

Menurutnya, pengalaman masyarakat Gayo layak menjadi inspirasi bagi Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat dalam merancang pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat partisipasi dan kepercayaan masyarakat.

Kisah Enang-Enang pun dinilai bukan sekadar tentang pembangunan sebuah jembatan, melainkan tentang bagaimana gotong royong, kepemimpinan lokal, dan kepercayaan menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan Aceh dan Indonesia.


Sumber: Opini Prof. Ahmad Humam Hamid berjudul "Enang-Enang, Syahrial, dan Modal Sosial: Pelajaran dari Gayo untuk Aceh dan Republik", diterbitkan oleh "Lintas Gayo" (https://reference-url-citation.invalid/3) pada 13 Juli 2026.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Enang-Enang Jadi Pelajaran Berharga, Modal Sosial Dinilai Kekuatan Terbesar Aceh dan Indonesia
  • Enang-Enang Jadi Pelajaran Berharga, Modal Sosial Dinilai Kekuatan Terbesar Aceh dan Indonesia
  • Enang-Enang Jadi Pelajaran Berharga, Modal Sosial Dinilai Kekuatan Terbesar Aceh dan Indonesia
  • Enang-Enang Jadi Pelajaran Berharga, Modal Sosial Dinilai Kekuatan Terbesar Aceh dan Indonesia
  • Enang-Enang Jadi Pelajaran Berharga, Modal Sosial Dinilai Kekuatan Terbesar Aceh dan Indonesia
  • Enang-Enang Jadi Pelajaran Berharga, Modal Sosial Dinilai Kekuatan Terbesar Aceh dan Indonesia

Posting Komentar