BGTK dan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen Gelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial


BIREUEN | TIMUTODAY.COM - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen telah melaksanakan pelatihan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi guru dan tenaga kependidikan selama enam hari. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu Gelombang II dan Gelombang III, dengan memanfaatkan lima titik lokasi pelatihan di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bireuen.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan dukungan psikososial kepada peserta didik, khususnya ketika menghadapi situasi sulit, tekanan emosional, serta dampak berbagai peristiwa yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan keberlangsungan proses pembelajaran di sekolah.

Lima lokasi yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan tersebut adalah SMAN 1 Bireuen, SMAN 2 Bireuen, SMAN 3 Bireuen, SMA Negeri 1 Kuala, dan SMK Negeri 1 Bireuen. Penyelenggaraan kegiatan di beberapa satuan pendidikan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelatihan sekaligus memudahkan guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan sesuai dengan pembagian kelompok dan jadwal yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan pelatihan selama enam hari yang terbagi dalam Gelombang II dan Gelombang III diharapkan mampu memperkuat pemahaman para peserta mengenai pentingnya dukungan psikososial sebagai bagian integral dari pelayanan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan adalah SMAN 3 Bireuen. Di lokasi ini, peserta mendapatkan pendampingan dari fasilitator daerah (fasda), yaitu Dr. Muslem Ilyas, M.Pd., dan Muhammad Amin, S.Pd. Keduanya mendampingi peserta selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, melalui rangkaian pembelajaran, diskusi, pendalaman materi, dan aktivitas pelatihan yang mengacu pada modul Layanan Dukungan Psikososial.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti pembelajaran dari Modul 0 hingga Modul 9. Keseluruhan materi tersebut menjadi kerangka pembelajaran untuk memperkenalkan, memperdalam, dan mengembangkan keterampilan peserta dalam memahami kebutuhan psikososial serta merespons kondisi peserta didik secara tepat di lingkungan pendidikan.

Kehadiran fasilitator daerah memiliki peran penting dalam memastikan proses pelatihan berlangsung secara partisipatif. Fasilitator tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendampingi peserta dalam memahami konsep, mendiskusikan situasi yang mungkin dijumpai di sekolah, serta menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan praktik pendampingan peserta didik.

Dr. Muslem Ilyas, M.Pd., bersama Muhammad Amin, S.Pd., membersamai proses pembelajaran dengan mendorong keterlibatan aktif peserta. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami bahwa dukungan psikososial bukan sekadar memberikan nasihat kepada siswa, melainkan juga membutuhkan kemampuan mengenali kebutuhan, mendengarkan secara empatik, menciptakan rasa aman, serta membantu peserta didik memperoleh dukungan yang sesuai.

Salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah pemberian pretest pada awal kegiatan dan posttest pada akhir kegiatan. Kedua tahapan tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti rangkaian pembelajaran.

Pretest dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta terkait layanan dukungan psikososial. Hasil awal tersebut menjadi salah satu acuan untuk melihat kebutuhan belajar peserta selama mengikuti pelatihan.

Setelah menyelesaikan materi Modul 0 hingga Modul 9 selama tiga hari, peserta mengikuti posttest. Evaluasi akhir ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung.

Perbandingan hasil pretest dan posttest dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya menjadi bagian administratif kegiatan, tetapi juga merupakan instrumen penting untuk menilai ketercapaian tujuan pembelajaran.

Keberhasilan pelatihan tentu tidak semata-mata diukur berdasarkan hasil tes. Kemampuan menerapkan pengetahuan, menunjukkan sikap empatik, mengenali kebutuhan psikososial peserta didik, serta memberikan respons yang tepat dalam situasi nyata juga menjadi aspek penting dalam praktik pendidikan sehari-hari.

Layanan dukungan psikososial mempunyai arti penting dalam membangun lingkungan sekolah yang memperhatikan kesejahteraan peserta didik secara menyeluruh. Proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan kondisi emosional, hubungan sosial, rasa aman, dan kemampuan siswa untuk mengikuti pembelajaran secara optimal.

Ketika peserta didik menghadapi tekanan, perubahan lingkungan, pengalaman yang tidak menyenangkan, atau dampak bencana, guru menjadi salah satu pihak yang dapat membantu mengenali kebutuhan awal mereka. Oleh karena itu, guru perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar agar dapat memberikan dukungan secara tepat tanpa menghakimi atau memperburuk kondisi yang sedang dihadapi siswa.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya pendekatan yang manusiawi dalam berinteraksi dengan peserta didik. Kemampuan mendengarkan dengan penuh perhatian, membangun komunikasi positif, menciptakan suasana aman, serta menghubungkan siswa dengan dukungan yang diperlukan merupakan bagian penting dari upaya tersebut.

Guru juga perlu memahami batas perannya. Dukungan awal di lingkungan sekolah harus diberikan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, sedangkan peserta didik yang membutuhkan bantuan lebih lanjut perlu dirujuk kepada tenaga profesional atau layanan terkait sesuai kebutuhan dan prosedur yang berlaku.

Dengan pemahaman tersebut, sekolah diharapkan dapat menjadi lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan sosial dan emosional peserta didik.

Pelaksanaan pelatihan Layanan Dukungan Psikososial melalui kerja sama BGTK dan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi pendidik. Sinergi antarlembaga ini diharapkan mampu memperkuat upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan, khususnya dalam mendukung kesejahteraan psikososial peserta didik di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui lima titik lokasi ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman belajar yang relevan dengan tantangan pendidikan. Pembagian kegiatan dalam Gelombang II dan Gelombang III selama enam hari juga menjadi bagian dari upaya penyelenggaraan pelatihan secara terstruktur.

Sementara itu, pendampingan fasilitator daerah selama tiga hari di SMAN 3 Bireuen menjadi salah satu unsur pendukung proses pembelajaran, mulai dari pendalaman materi hingga evaluasi akhir.

Ke depan, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing. Dengan demikian, dampak kegiatan tidak berhenti pada selesainya pelatihan, tetapi berlanjut dalam bentuk praktik pendampingan yang lebih baik, komunikasi yang lebih empatik, serta penguatan budaya sekolah yang positif.

Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih peduli terhadap kebutuhan peserta didik. Melalui peningkatan kapasitas guru, dukungan kelembagaan, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, sekolah-sekolah di Kabupaten Bireuen diharapkan semakin siap menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang siswa.

Kegiatan yang diawali dengan pretest dan ditutup dengan posttest tersebut menegaskan pentingnya pembelajaran yang terukur dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar penyelesaian sepuluh modul, keberhasilan pelatihan diharapkan tercermin dalam kesungguhan guru untuk menghadirkan kepedulian, empati, dan dukungan nyata bagi setiap peserta didik yang membutuhkan.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • BGTK dan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen Gelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial
  • BGTK dan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen Gelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial
  • BGTK dan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen Gelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial
  • BGTK dan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen Gelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial
  • BGTK dan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen Gelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial
  • BGTK dan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Bireuen Gelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial

Posting Komentar