Revitalisasi Sekolah Pascabanjir di Aceh Timur Dinilai Jadi Investasi Strategis Pembangunan SDM
![]() |
| Dr. (c) Romi Syahputra, S.H., M.H, CPM., CPArb Dosen STIS Dayah Amal Aceh Timur. |
ACEH TIMUR | TIMUTODAY.COM – Program revitalisasi sekolah pascabanjir yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Pembangunan dan rehabilitasi sejumlah sekolah mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan di daerah.
Program tersebut hadir sebagai respons pemerintah terhadap kerusakan fasilitas pendidikan akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur. Selain itu, banyak bangunan sekolah yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh sejak masa pasca perdamaian Aceh, sehingga kondisi fisik bangunan mengalami penurunan kualitas dan berdampak terhadap kenyamanan maupun keamanan proses belajar mengajar.
Pengamat pendidikan Aceh Timur yang juga Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Dayah Amal Peureulak, Dr. (c) Romi Syahputra, S.H., M.H., CPM., CPArb., mengatakan revitalisasi sekolah merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
"Program ini ibarat mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan. Selama ini berbagai kalangan, termasuk masyarakat dan pemerhati pendidikan, berulang kali mendorong agar sekolah-sekolah yang rusak segera diperbaiki. Namun, keterbatasan kapasitas fiskal dan pendapatan daerah membuat rehabilitasi belum dapat direalisasikan secara optimal," ujar Romi. Senin (03/08/2026).
Menurutnya, kebijakan pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari peningkatan kualitas tenaga pendidik maupun kurikulum, tetapi juga harus ditopang oleh infrastruktur pendidikan yang memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan kenyamanan.
Secara akademis, lanjut Romi, teori learning environment menjelaskan bahwa kualitas lingkungan belajar memiliki korelasi terhadap motivasi, konsentrasi, serta capaian hasil belajar peserta didik. Ruang kelas yang layak akan menciptakan iklim pembelajaran yang lebih kondusif, sekaligus meningkatkan semangat guru dalam menjalankan proses pendidikan.
"Revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi merupakan investasi sosial yang akan menghasilkan manfaat jangka panjang. Infrastruktur pendidikan yang baik akan memperkuat kualitas pembelajaran, menekan risiko keselamatan peserta didik, serta mendukung lahirnya generasi yang unggul dan berdaya saing," katanya.
Ia menambahkan, langkah Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky tersebut mencerminkan orientasi pembangunan yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Romi berharap program revitalisasi dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga seluruh sekolah di Aceh Timur memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP). Menurutnya, keberlanjutan program tersebut akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah kabupaten.
"Ketika negara menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak, maka sesungguhnya negara sedang membangun masa depan daerah. Pendidikan yang berkualitas selalu diawali dengan tersedianya lingkungan belajar yang berkualitas pula," tutupnya.

Posting Komentar